Judul buku : Persepsi Orang Tua Membentuk Perilaku Anak Dampak Pygmalion di Dalam Keluarga
Pengarang : Monty P. Satiadarma
Penerbit : Pustaka Populer Obor
Tempat terbit : Jakarta
Tahun terbit : 2001
Ukuran Buku : x + 136 halaman: 21 cm
ISBN : 979-461-370-3
Dalam proses tumbuh kembang anak, sesuatu yang terlihat sederhana ternyata akan memiliki akibat yang serius. Yang terjadi bisa perkembangan positif bisa pula perkembangan negatif, tergantung stimultan yang diberikan. Meski tidak ada seorangpun orang tua yang ingin anaknya berkembang ke arah negatif, tetapi hal ini bisa saja terjadi. Ini sering terjadi tanpa disadari dan sangat mungkin karena kurangnya informasi yang diperoleh para orang tua.
Monty P. Satiadarma menjelaskan bahwa ada suatu gejala psikologis yang terjadi di dalam lingkungan keluarga yang oleh para ahli psikologi disebut sebagai The Pygmalion Effect ( Efek Pygmalion ). Efek Pygmalion ini pada intinya adalah persepsi dari orang tua baik yang diucapkan dengan menggunakan lebel-lebel tertentu pada anak atau yang tidak diucapkan tetapi dicamkan di dalam diri mereka bisa menjadi kenyataan yang sesungguhnya pada diri anak. Terjadinya gejala negatif dari Efek Pygmalion di dalam keluarga ini biasanya disebabkan karena unsur ketidaksengajaan sebagai akibat dari ketidaktahuan.
Penyebab munculnya gejala negatif dari Efek Pygmalion adalah kebiasaan dari orang tua dalam memberikan lebel negatif pada anak-anaknya. Contoh yang sering terjadi adalah dengan menyebut anaknya pemalas, bodoh, nakal, bandel dan lebel-lebel negatif yang lain. Atribut ini secara bertahap akan tumbuh subur dan menjadi bagian dari perkembangan kepribadian anak. Anak akan tersugesti dan mengembangkan kepribadian sesuai dengan lebel yang disandangkan. Kebiasaan lain yang akan menimbulkan perasaan sakit bagi anak-anak adalah membandingkan, mencaci, memaki dan memukul. Kerena merasa selalu salah dan disalahkan maka akibat yang terjadi kemudian adalah mereka akan diam saja, tidak berani bertanya, tidak berani mengutarakan apa-apa dan kreativitasnya pun terbenamkan.
Dalam perjalanan hidupnya, di lingkungan keluargalah pertama kali anak mulai belajar. Belajar bersosialisasi, merespon, beradaptasi, mengembangkan kemampuan penalaran dan berimajinasi. Dalam keluarga pula kepribadiannya akan terbentuk. Berikut ini adalah pendekatan yang harus dihindari oleh orang tua dalam mengasuh anak-anaknya, yaitu pendekatan dengan kecemasan, dengan kekerasan, dengan ketidak berdayaan, dengan ketergantungan, dan dengan ketidak pedulian. Sementara itu, pendekatan yang harus dilakukan adalah pendekatan dengan keterbukaan, dengan kasih sayang dan dengan kreativitas.
Dengan demikian, sudah selayaknya bagi para orang tua untuk memahami bahwa anak-anak memiliki hak hidup sebagai anak-anak. Mereka berpikir, berperasan dan berperilaku sebagai anak-anak yang tentunya akan berbeda dengan cara orang tua berpikir, berperasaan dan berperilaku.
Ponorogo, 30 Januari 2010
Diresensi oleh: Rima Tri Pratiwi
(Inisiator Rumah Cerdas Rausyankari)
